Selamat Jalan Mas Hernowo

Tokoh

Selamat Jalan Mas Hernowo
Oleh
Yons Achmad
Founder Kanet Indonesia

Siapa Mas Hernowo? Bagi pecinta buku, tentu tak asing dengan nama ini. Hernowo, editor buku, penulis dan “provokator” di bidang kepenulisan.  Hari ini, ketika membuka Facebook, saya membaca status Mas Putut Widjanarko, salah seorang petinggi Mizan. Katanya “Innalillahi wainailaihi rajiuun. Mas Hernowo–seorang guru, sahabat, dan rekan kerja yang luar biasa–ke hadirat Allah SWT”.

Ya, beliau telah berpulang. Saya mengenal Mas Hernowo ketika masih mahasiswa. Dulu, saya punya kelompok diskusi namanya Global Institute. Nah, kami pernah mengundang beliau sebagai pembicara. Topiknya waktu itu “Bagaimana Menulis Skripsi yang Mengasyikkan”. Sejak itu, saya sedikit mengenal beliau dan beberapa kali berkirim email.

Dunia perbukuan dan kepenulisan kehilangan beliau. Tapi, setidaknya ada warisan kenangan yang sempat teringat ketika  membicarakan Mas Hernowo, lelaki asal Magelang, Jawa Tengah ini. Setidaknya, ada beberapa catatan:

Pertama, dari beliau saya ingat betul perkataan Ali RA “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”. Ya, lewat kata-kata itulah menjadikan tergerak untuk terus mencatat beragam ide atau langsung menuliskan ide-ide ketika melintas dalam pikiran. Mengikat Makna, itu konsep dalam buku Mas Hernowo yang kemudian terkenang sampai sekarang.

Kedua, menulis tak soal umur. Ya, beliau dari catatan yang saya tahu, memang baru menulis di umur 40 tahun. Waktunya lebih banyak tersita sebagai editor, mengemas buku. Tapi, sepanjang hidupnya tak kurang 30-an buku telah ditulisnya.  Hampir semua bukunya membahas perihal menulis dan membaca. Maka, tak heran kemudian orang menyebutnya sebagai pakar literasi yang kerap diundang dalam diskusi maupun seminar kepenulisan.

Ketiga, hidup harus total. Ya, Mas Hernowo memang mengabdikan hidupnya semata-mata untuk dunia literasi di tanah air. Memang, kuliahnya di ITB tak terkait langsung dengan dunia yang digeluti sampai akhir hayatnya. Tapi, totalitas menjadikan dirinya sebagai pakar, sebagai ahli dan kemudian orang mengenal kiprahnya di dunia literasi.

Hari ini saya belajar banyak pada Mas Hernowo. Selamat jalan Mas. Semoga bahagia disisiNya. []

Depok, 25 Mei 2018