Saya Bermimpi Setiap Sekolah Punya Majalah

Event

Saya Bermimpi Setiap Sekolah Punya Majalah
Oleh:Yons Achmad*

Kenapa setiap sekolah “wajib”  punya majalah sekolah? Banyak jawabannya. Memang, sejauh ini saya dan tim dari Kanet Indonesia baru bisa “memprovokasi” sekolah punya majalah sekolah, baik cetak maupun online. Dan, baru beberapa sekolah saja yang benar-benar sudah bisa menerbitkan majalah sekolah sendiri. Tapi, menyerah? Tidak. “Provokasi” harus terus dilakukan.

Setidaknya, secara umum, hadirnya majalah sekolah bisa mendukung gerakan literasi sekolah yang telah dicanangkan oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Tapi, secara khusus, majalah sekolah sangat penting kehadirannya karena beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, media komunikasi (sekolah, orang tua, warga sekitar). Jelas, hadirnya majalah sekolah bisa menjalin komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua dan warga sekitar. Informasi terbaru terkait sekolah tertentu, prestasi-prestasi yang diraih sekolah bisa dihadirkan melalui majalah tersebut. Sehingga, semakin banyak orang tahu akan keunggulan sekolah dan hal-hal unik  serta menarik lainnya yang  diraih sekolah tersebut.

Kedua, ajang penyaluran bakat siswa dan guru. Bagi mereka yang mencintai dunia tulis menulis, fotografi maupun seni desain grafis, hadirnya majalah sekolah bisa menjadi sarana penyaluran bakat mereka.  Mereka akan bersama-sama bekerja, berkolaborasi untuk menciptakan sebuah karya berupa majalah yang  menarik dan bisa dibanggakan.

Ketiga, media promosi sekolah. Bagi sekolah, terutama sekolah-sekolah swasta, hadirnya majalah sekolah bisa menjadi ajang promosi bagi sekolahnya. Semakin meyakinkan pihak-pihak, terutama orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. Kenapa? Karena beragam prestasi bisa kita munculkan melalui majalah sekolah itu.

Keempat, pencetus efek bola salju (Snow ball effect). Tak hanya pihak orang tua, siswa dan sekolah saja yang bakal bisa berkolaborasi dan bekerja sama. Dengan adanya majalah sekolah, bisa menjalin kerjasama misalnya dengan dunia usaha di sekitarnya, untuk mendukung program-program sekolah. Dengan dukungan pihak dunia usaha itu, menjadikan kegiatan-kegiatan yang diadakan sekolah lebih baik dan bermutu.

Kelima, media praktik literasi. Ini yang paling penting. Banyak orang yang “teriak” soal pentingnya literasi sejak dini. Tapi, sekolah tak diperhatikan. Itu sebabnya, hadirnya majalah sekolah menjadi media praktik literasi. Mereka nantinya tentu punya kegiatan membaca, menulis dan beragam kegiatan positif lainnya.  Kalau Satgas Literasi sekolah  Kemdikbud punya kegiatan 15 menit membaca buku sebelum pelajaran dimulai, nah buku yang dibacanya itu bisa diresensi dan dipublikasikan di majalah sekolah. Dengan begitu, ilmu tak hanya didapatkan sendiri, tapi juga dibagikan kepada orang lain. Itulah salah satu manfaat praktik literasi lewat media sekolah.

Dengan mimpi sederhana itu, saya dan tim Kanet Indonesia terus bekerja dan berusaha untuk mengunjungi sekolah-sekolah. Road show dengan kegiatan talkshow “Jurnalistik Media Sekolah Zaman Now” terus kami lakukan. Untuk terus mendukung kegiatan literasi sekolah, agar tak sekadar menjadi mimpi semata, tetapi menjadi gerakan nyata yang terus digalakkan, demi masa depan  generasi  “melek informasi” yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

*Konsultan media. Pendiri Kanet Indonesia. WA: 082123147969

NB: Ilustrasi foto, majalah sekolah SMA Negeri 42 Jakarta.