Prostitusi Online Via Twitter, Apa Kabar Menkominfo?

Kolom

prostitusi online

Pasca terungkapnya pembunuhan pekerja seks Dedeuh Tata Cubby, Kompas menurunkan laporan serial tentang prostitusi online via Twitter. Ya, tak mau ketinggalan momentum, Kompas cukup agresif menurunkan berita tentang kasus ini. Bahkan sampai membuat 4 serial beritanya. Apa boleh buat, kisah-kisah seputar “mesum” beginian memang banyak peminat (pembacanya) dan Kompas sedang merayakan isu itu. Sayangnya, justru laporan itu malah berujung memberikan semacam panduan pelanggan tentang “Aturan Main” bisnis “esek-esek” itu.

Namun terlepas dari semua itu, yang menarik adalah pengakuan Menkominfo yang mengaku kesulitan untuk menindak/memblokir situs atau akun twitter sebagai media menjajakan tubuh itu. Kenyataan demikian tentu sebuah pengakuan yang mengecewakan publik. Belum-belum sang menteri seolah sudah putus asa untuk “memberantas” akun-akun tersebut.

Pengakuan dan lagak ngeles sang menteri ini tentu menyebalkan publik. Apalagi bagi pemilik, pengelola serta aktivis-aktivis media Islam yang diblokir beberapa waktu lalu. Pemerintah begitu menjengkelkan. Menteri Era Jokowi itu begitu mudah dan gampang memberangus situs-situs Islam tanpa pikir panjang.

Tapi, ketika ditanyakan tentang eksistensi situs-situs porno dan akun-akun Twitter sebagai tempat (media) menjajakan seks itu, sang menteri ngeles sana ngeles sini. Inilah performa menteri informasi dan komunikasi kita. Membaca kenyataan demikian, sebagai publik kita memang harus terus melakukan kritik terhadap menteri kita ini. Lebih luas lagi, tak kenal lelah menyoroti segala ketidakbereskan pemerintahan sekarang. Tanpa kecuali. (Yons Achmad/ CEO Kanet Indonesia).