Peluang Bisnis Kaos Cetak Digital Berbasis Kata-Kata

Kolom

Kaos Inspirasi Man jadd wa jada
Cerdas membaca peluang bisnis. Inilah mindset yang harus dimiliki (calon) para pebisnis kreatif khususnya di kalangan anak-anak muda. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas peluang atau ide bisnis kreatif berbasis kata-kata lewat media kaos, yang nantinya dicetak/dipruksi dengan metode digital.

Bisnis ini sangat cocok sebagai bisnis sampingan mereka yang berprofesi sebagai penulis. Biasanya, yang sudah umum, seorang penulis menghasilkan uang dengan menulis buku, menulis di majalah/koran, menulis skenario baik film maupun sinetron atau menulis naskah iklan (script writer).

Sebenarnya, kalau mau mencoba, kita juga bisa berkreasi dengan menuliskan kata-kata yang menginspirasi, kata-kata motivatif yang menggungah atau kaos-kaos bertema kampanye isu tertentu yang dituangkan dalam media kaos.

Ini contoh produknya:

kaos inspirasiGambar diambil dari Toko Online Kaos Inspirasi

Persoalannya sekarang bagaimana cara memulai bisnis ini?

1. Tentu yang perlu diingat, kita bukan jualan kaos tapi jualan ide (yang kemudian dituangkan dalam media kaos). Jadi basis bisnis ini adalah bisnis kreatif. Langkah pertama adalah menciptakan ide atau kata-kata apa yang menarik dan menjual.

2. Mulai mendesain kata-kata itu dengan desain tertentu. Yang mungkin cocok dengan desain tipografi (seni tata letak huruf/kata). Jadi yang ditonjolkan adalah kata-katanya, kalau misalnya ada gambar, itu sekedar intermezo saja. Bagaimana kalau tak bisa desain? Ya apa boleh buat bekerjasama dengan desainer adalah kompromi yang masuk akal.

3. Selanjutnya mulai menjual desain melalui sosial media atau toko online. Agar lebih meyakinkan barangkali bisa mencetak satu dulu dan kamudian hasilnya kita potret dan kita pajang di lapak kita.

Kira-kira, ya begitulah peluang bisnis kaos kata-kata lewat cetak digital. Lantas berapa keuntungannya? Dengan biaya produksi sekitar Rp 45.000-Rp.50.000 Anda bisa menjualnya dengan harga Rp 100.000 bahkan Rp. 150.000. Sekali lagi kita bukan menjual kaos, tapi menjual ide.  Selemat mencoba 🙂 (Yons Achmad/Pendiri kanet Indonesia).