Mengarang Itu Gampang ?

Kolom

“Mengarang itu gampang”, kata almarhum Arswendo Atmowiloto.  Seorang penulis (pengarang) yang sampai wafatnya menghidupi diri dan keluarganya dari menulis. Tentu, kata-kata itu semacam mantra baginya. Yang, membuatnya bertahan. Walau, sebenarnya dia juga pernah  menjadi produser sekaligus sutradara film, juga konsultan media.  Tapi saya setuju pernyataannya.

Ya, menulis atau mengarang itu gampang. Buktinya, setiap orang bisa melakukannya. Apakah tulisan itu baik atau buruk, itu lain perkara. Termasuk, apakah kita bisa menjual karangan atau tulisan sehingga mendapatkan uang darinya, itu persoalan lain lagi. Sebuah persoalan yang cukup pelik dan sulit. Tapi, saya juga setuju, sulit itu kategori bisa.  Dan, saya percaya, hanya penulis pekerja keras sekaligus pekerja cerdas saja yang bisa melakukannya.

Ada penulis yang mengandalkan honor dari media, ada penulis yang mengandalkan honor royalti dari penerbitan bukunya,  ada penulis yang bekerja pada perusahaan media tertentu dll. Saya memang  tidak termasuk dalam ketiganya.  Saya jarang menulis di media, saya tak menerbitkan buku di penerbit mayor, juga saya tak bekerja pada perusahaan media  orang lain. Kini, saya  hanya fokus menulis pada website (media) saya sendiri. Semacam kolom-kolom lepas.

Lantas, dari mana saya mendapatkan uang dari aktivitas menulis? Saat ini, lebih banyak dari menulis biografi, kisah hidup seseorang. Yang kebetulan lebih banyak dari kalangan dokter. Satu dokter saya tuliskan kisah hidupnya. Lalu saya mengerjakan kisah dokter lainnya yang tahu profesi saya sebagai penulis biografi dari mulut ke mulut.

Nah, karena menulis itu gampang, maka kini saya percaya diri membuka pelatihan “Menjadi Penulis Kreatif” untuk kalangan pelajar, mahasiswa atau umum. Tak muluk bagaimana hasilnya. Walau harapannya, tentu mereka setidaknya setelah pelatihan bisa menuliskan satu kolom bagus dan layak konsumsi publik, berisi pengalaman hidup dan pikiran pribadinya tentang sebuah persoalan penting. Itu saja. Lantas, beberapa karya peserta pelatihan itu kemudian dibukukan.

Saya percaya, dengan menulis kita bisa menjadi tahu “Siapa Diri Kita” dan apa yang sedang kita “Perjuangkan”. Dengan begitu hidup kita akan lebih bergairah lagi. Hidup menjadikan kita selalu awas mengenali potensi diri dan terus tanpa kenal lelah memperjuangkan apa yang menjadi mimpi kita. Jadi, begitulah. Hari ini masukkan ke alam pikiran kita pelan-pelan dan berteriaklah dalam hati “Menulis itu gampang, menulis itu gampang, menulis itu gampang”.  Bagaimana kalau masih merasa menulis itu sulit? Yuk kita ngopi atau ngeteh bersama, atau bisa kontak WA saya, siapa tahu bisa membantu. []

Salam
Yons Achmad
Penulis Kreatif
Praktisi Komunikasi Strategis
Pendiri Kanet Indonesia
WA: 082123147969