Mau Berhasil dalam Bisnis Online? Begini Caranya

kolom

bisnis online

Dalam bisnis online, apapun bentuknya: Mau buka toko online, mau buka layanan jasa online, menjadi “kaya mendadak” dengan “bermain” Google Adsense”, mau bisnis Afiliasi, mau bisnis konten, kita perlu belajar dari pebisnis terdahulu.

Saya mendapat resep “How To” nya dari Yosef Mario, pemilik 10 toko online. Ya, memang sih, resepnya itu kata orang Jawa Meng”Otak-Atik Gathuk” alias menggabungkan segala sesuatu semaunya dan sekenanya saja. Tapi, tak ada salahnya kita berbagi disini.

Resepnya itu, saya kembangkan ala kadarnya. Diantaranya:

M=Mindset Pemenang. Seorang pemenang, tentu dia tak pernah menyerah. Bisnis gagal, belum berhasil itu biasa. Menyerah? Tidak. Nah, begitulah seharusnya pemikiran yang ada dalam otak dan hati para pebisnis online. Untuk berhasil, sudah pasti membutuhkan proses, yang mungkin agak lama. Yang terpenting terus melangkah, jangan jalan ditempat. Begitulah seharusnya.

A=Amati Sukses Orang Lain. Ya benar, mengamati kesuksesan orang lain. Bagaimana mereka berjuang dan akhirnya berhasil. Tapi kita bukan mereka. Kita punya jalan keberhasilan sendiri. Kita juga bisa belajar untuk tidak salah melangkah. Kita bisa mengambil pelajaran dari langkah-langkah yang ditempuh mereka hingga berhasil dalam bisnis. Begitulah, tak ada salhnya kita belajar dari orang lain.

R=Riset. Riset, tak usah terlalu dipikirkan riset-riset yang wah. Survei kecil-kecilan tentang bisnis yang akan kita bangun dan kelola, siapa saja kompetitornya, kita akan membidik pasar yang mana. Itulah contoh sederhana bagaimana riset dilakukan. Mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, menganalisisnya dan pada akhirnya bisa mengambil kesimpulan bisnis yang matang. Itulah riset (walau sederhana).

I=Incar Pasar yang Unik. Misalnya dalam berjualan online, membuka toko online, biasanya kita tergoda untuk menjual apapun. Hal ini menjadikan bisnis toko online kita tidak fokus dan sulit dikenali. Itu sebabnya kita perlu membangun toko online yang menjual barang tertentu. Misalnya seorang teman yang menjual Sarung Instan untuk anak, atau misalnya menjual produk khusus kaos inspirasi dengan desain tipografi (seni tulisan/kata-kata). Dengan begitu, toko kita akan lebih mudah dikenali pembeli.

O=Optimalkan. Yang terakhir ini biasanya menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO) Atau Sosial Media Optimization (SMO). Memang untuk belajar ilmu ini tak bisa cepat, harus pelan-pelan. Tapi, dalam prakteknya strategi optimasisasi ini bisa dilakukan sambil jalan. Yang penting bisnis ada dulu. Optimasi adalah langkah selanjutnya.

Begitulah kira-kira kawan. Semoga bermanfaat ya 🙂 (Yons Achmad/Kanet Indonesia)