Manfaat Dongeng Bagi Anak

Tips

Manfaat Dongeng Bagi Anak
:Yons Achmad
(Kolumnis, tinggal di Depok)

Kata orang dongeng itu banyak manfaatnya. Saya percaya itu. Tapi, kepercayaan itu akan lebih “nendang” kalau sudah dipraktikkan dan akhirnya kita akan benar-benar bisa merasakan kemanfaatannya. Saya punya dua anak, Jingga Kanaya (Cewek) dan Java Profetika (Cowok). Keduanya kerap minta didongengin, biasanya sebelum tidur, jam 8 sampai 9 malam. Awalnya saya memakai media boneka tangan, tapi saya kerap kehabisan bahan. Lebih banyak cuma ngobrol “Kamu namanya siapa?”, “Udah makan belum?” Selesai.

Lalu, saya pakai media buku, semacam Halo Balita. Awalnya berupa buku cerita tentang Nabi Muhammad dan Nabi Nuh. Sayangnya, anak saya kurang suka. Ceritanya kurang dimengerti, Nabi Muhammad itu siapa, terus soal penyerangan oleh Raja Abrahah saya agak khawatir diawal-awal cerita sudah soal perang-perangan. Terus digambarkan banyak pasukan beserta gajah yang mati. Kharakternya gambarnya juga kurang dekat dengan mereka, bukan misalnya ada ayah, ibu, anak-anak dll. Jadi, buku Halo Balita soal cerita nabi saya pending dulu.

Saya beralih ke Halo Balita lain, soal “Sali yang suka Sedekah”. Hasilnya, mereka suka saya ceritakan soal itu. Kharakter tokohnya juga dekat dengan mereka. Ada Bunda, kakak, Adek, walau tetap tanya “Kok ayahnya nggak ada”, karena memang dibuku itu nggak ada gambar ayah. Saya bilang saja “Itu ayahnya lagi bekerja”. Semoga tak dibilang bohong.

Mungkin cerita-cerita soal Nabi untuk anak yang sudah agak besaran. Tapi saya kurang tahu juga. Berdasar pengalaman, anak-anak saya suka yang cerita sehari-hari. Tapi, memang buku macam Halo Balita ada kekurangan dan kelebihan. Misalnya bukunya tebal, bagus, jadi tidak gampang rusak atau disobek-sobek. Tapi, juga sering nimpuk muka anak-anak, nggak sengaja jatuh. Maklum biasanya kita kalau cerita-cerita sambil tiduran.

Tapi, terlepas dari semua itu. Bagi saya, mendongeng, apapun bentuknya, sangat baik bagi anak.

Pertama, Mendekatkan. Ya, mendekatkan orangtua dengan sang anak. Memang, mungkin 70% hidup kita ini disibukkan untuk bekerja. Hingga nyaris sering melupakan interaksi dengan anak. Apalagi bagi seorang ayah yang jadi tulang punggung keluarga, harus bekerja untuk nafkah keluarga. Nah, mendongengkan cerita kepada anak-anak adalah cara paling mudah dan murah agar hubungan orang tua dan anak semakin dekat dan hangat. Saya yakin kedekatan ini sangat baik bagi tumbuh kembang anak.

Kedua. Merangsang Imajinasi. Saat saya ceritakan tentang nama-nama kendaraan, pikiran mereka melayang. Jingga terobsesi dengan kereta yang panjang. Sampai dalam keseharian, siang harinya, dia menyusun sandal atau sepatu satu persatu, kalau sudah cukup panjang dia panggil “Ayah, lihat keretanya Jingga”. Java lain lagi. Dia sukanya pesawat, dan ketika ditanya nanti kalau sudah besar mau jadi apa, jawabnya singkat, “Mau jadi pesawat”. Untuk sementara, saya biarkan saja imajinasi mereka melayang. Walau kadang soal imajinasi ini perlu ada arahan orang tua. Pernah neneknya telepon, “Jingga lagi ngapain?” Dengan entengnya dia bilang dan cerita sedang di pantai, berenang dll. Padahal, ya lagi di rumah saja. Pesan moralnya, imajinasi oke, bohong jangan. Mesti ada arahan.

Ketiga. Melatih Kebiasaan Baik. Ya, misalnya saat saya ceritakan soal gigi bau karena ada monsternya yang seram, anak-anak langsung minta gosok gigi setelah diceritakan. Begitu juga soal gigi yang gigis atau ompong karena kebanyakan makan es krim atau permen, pelan-pelan mereka jadi tak terlalu merengek-rengek minta es krim atau permen. Soal buku cerita “Sedekah” juga begitu. Mereka juga lebih suka berbagi ketika misalnya ada makanan atau sekadar kasih pengamen atau orang yang meminta-minta di jalan, mereka paham kalau kasih uang itu namanya sedekah. Jadi mendongeng dengan bahan-bahan yang bermutu, ternyata juga bisa melatih kebiasaan baik, disamping kebiasaan berbagi, juga kebiasaan lain misalnya jadi mau merapikan mainan kalau sudah selesai dll.

Mungkin, baru ini yang bisa saya ceritakan. Barangkali banyak yang punya pengalaman berbeda dan lebih dahsyat lagi. Silakan berbagi. Selamat mendongeng.[]