Kampanye Kembalikan Media Islam Perlu Didukung

kembalikan media islam 1

Situs diblokir, media Islam melawan. Tak lama setelah pemblokiran, beberapa aktivis media Islam berkumpul di ruang utama Masjid Al-Azhar Kebayoran, Jakarta. Sebuah talkshow digelar menyikapi pemblokiran beberapa situs media Islam tersebut. Hadir dalam acara itu beberapa perwakilan dari media Islam seperti Hidayatullah, Kiblat, Arrahmah, Islampos, Wasathon dan beberapa media lainnya.

Pada intinya, mereka menolak pemblokiran situs media Islam yang dilakukan Kemkominfo atas rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Mereka tak setuju ketika dikatakan situs mereka digolongkan ke dalam situs radikal yang menyuburkan terorisme. Atas perlakuan sewenang-wenang penguasa era Jokowi tersebut, kampanye digalakkan. Dengan slogan “Kembalikan Media Islam”. Sampai saat artikel ini ditulis kampanye masih terus dilakukan. Dan belum ada tanda-tanda situs yang diblokir tersebut akan dibuka.

Tentang kampanye “Kembalikan Media Islam” sendiri, saya kira perlu terus dilakukan. Media Islam tak boleh mati. Selama ini, terlepas dari kekurangannya, media Islam telah mewarnai khazanah media di tanah air. Ditengah gempuran media sekuler yang juga menjamur. Media Islam menjadi media alternatif masyarakat mendapatkan informasi yang tak pernah dipublikasikan oleh media-media sekuler atau media-media umum yang ada. Berhasil atau tidaknya media Islam melawan pemblokiran, saya kira sejauhmana bisa membangun argumentasi disertai bukti yang meyakinkan bahwa media yang bersangkutan adalah media perjuangan Islam, bukan media atau situs radikal yang mendukung terorisme. (Yons Achmad/CEO Kanet Indonesia).

Kategori Kolom

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.