Islam Toleran Situs Anti PKS, FPI, HTI Dan Pembela Setia Ahok

Kolom

Islam Toleran Situs Sampah

Saya membaca sepintas konten situs islam toleran (dot) com. Taglinenya bagus “Portal Dunia Islam Ramah”. Sesuai dengan keterangan di “Tentang Kami” nya, situs ini didirikan dengan tujuan menyebarkan faham islam yang ramah ,cinta damai dan menghormati keyakinan semua agama di muka bumi ini. prinsip menghormati keyakinan agama lain adalah prinsip islam. Tujuan yang sungguh mulia. Saya kira tak ada yang salah dengan latar belakang pendirian ini.

Saya membayangkan situs ini berisi tentang pemikiran-pemikiran Islam yang mencerahkan atau berita-berita dunia Islam dengan beragam perdaban yang menyertainya. Sayangnya, saya tak mendapatkan informasi demikian. Yang saya temukan adalah berita-berita yang diantaranya menyudutkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang notabene partai berbasis Islam, Forum Pembela Islam (FPI) atau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Di sisi lain, konten-kontennya begitu kental terhadap pembelaan gubernur DKI, Ahok.

Banyak komentar-komentar yang menyayangkan keberadaan situs Islam torelan ini yang tak sesuai dengan tujuan awal. Menjadi portal Islam ramah tapi isinya begitu menyebar kebencian. Sayangnya pula, si pembuat dan pengelola media ini memilih menjadi pengecut, tak mau menampakkan dirinya. Jadi bagaimana mungkin publik mau percaya dengan isi media yang ditampilkannya. Tapi apa boleh buat. Sekarang memang eranya media, kebebasan bersuara, menyatakan pendapat secara bebas dijamin oleh undang-undang di negeri ini. Lantas, apa peran media islam toleran ini telah berhasil?

Saya kira belum. Mungkin, media ini memang dirayakan oleh siapapun yang kontra terhadap PKS, HTI, FPI, ISIS dll. Saya melihat, mereka yang tak suka dengan keberadaan lembaga, organisasi dan partai itu, begitu bangga men-share tulisan-tulisan yang ada di situs islam toleran, yang sebenarnya kalau kita teliti lebih banyak hanya copy paste belaka dari situs lain macam kompasiana. Situs islam toleran adalah situs perayaan kebencian pada organisasi-organisasi di atas.

Sampai di sini, apakah islam ramah benar-benar sudah dimainkan? Saya kira belum, para pengelola media ini, saya kira memang telah membajak konsep “Islam Ramah” di jalan yang salah. Kita tak pernah menemukan sisi “Islam Ramah” atau sesuai namanya “Islam Toleran”. Tapi apa boleh buat, era media/sosial media sekarang ini, memungkinkan siapapun bisa membuat dan mengelola media. Semua terserah publik menilai. Bagaimana komentar Anda (Yons Achmad/Pemerhati Media/ CEO Kanet Indonesia).