Hadiri Bedah Buku Mawaqif: Beriman dengan Akal Budi

Event

Kedudukan aqidah bukan sebatas pondasi dalam berislam, atau sekadar keyakinan yang tidak ada kaitannya dengan hidup keseharian. Namun Iebih dari itu, aqidah inilah yang akan menjelma menjadi cara pandang, pola pikir, framework dan worldview bagi setiap Muslim dalam melihat segala realitas dalam kehidupan, baik yang flsika maupun metafisika, baik yang syahadah maupun ghaib.

Maka kuat atau Iemahnya aqidah seseorang akan berperan kuat dlm membentuk kualitas mental kepribadiannya, etos kerjanya dan ubudiyyahnya; termasuk daya dorong, daya suai serta daya tahannya dlm memakmurkan umumya.

Di sinilah aqidah perlu juga dipahami sebagai “Ilmu” yg mengharuskan usaha-usaha pendalaman dan penajaman. Beriman tanpa didasari ilmu akan mudah tertipu, terombang-ambing dengan tampilan kulit, fanatik buta dan mudah “baperan”. Sebab adakalanya Syi’ah menipu kaum Muslimin dengan kedok mencintai keluarga Nabi (ahlul bait). Mu’tazilah memproduksi beragam mitos dan bid’ah dengan kemasan rasional dalam berislam. Adapun Khawarij, melakukan segala bentuk pemaksaan dan kejahatan dengan dalih menegakkan hukum Allah.

Uraian Iebih lanjut bisa disimak dalam INSISTS Saturday Forum (INSAF) spesial bedah buku “Mawaqif: Beriman dengan Akal Budi”. Dengan narasumber, Dr. Henri Shalahuddin, Direktur Eksekutif INSISTS sekaligus penulis buku Mawaqif. dengan juga menghadirkan pembanding: Mohammad Syam’un Salim, M.Ag. Peneliti dan staff Media INSISTS. Para penggiat kajian keislaman, pemikiran Islam, khususnya Kalam direkomendasikan untuk hadir.

Acara ini “gratis” dengan mendaftar melalui buku tamu di awal acara.