Dimata PDIP Jokowi Tidak Dianggap, Apalagi Dimata Rakyat

Kolom

Jokowi iblis

Jabatan Jokowi boleh Presiden. Tapi dimata Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jokowi bukan siapa-siapa. Setidaknya, itu pemandangan media yang bisa saya temukan. Yang namanya media, tentu hanya menampilkan sekian persen realitas saja. Tak bisa mencover seratur persen realitas. Tapi, kita bisa menafsir setidaknya pemandangan demikian di dua media.

Media pertama, dari Rakyat Merdeka. Media ini cukup “sadis”. Membuat judul utama pada terbitan Jumat 9 April 2015, “Di Acara Kongres PDIP: Jokowi Tuangkan Minum Ke Megawati”. Media kedua, saya ambil dari pemberitaan media online Dakta.com “Presiden Datang ke Kongres PDI di Bali Cuma Bengong”.

Seorang warga Facebook Halfino Berry menulis begini: Ketika seorang presiden datang ke kongres sebuah partai (pakai pesawat kepresidenan) tapi tidak diberi waktu untuk sambutan, hanya bengong dan akhirnya cuma kebagian menuangkan minum buat ketua partai itu… di situ saya merasa TERENYUH!

Begitulah realitas media. Tapi benarkah Jokowi memang tidak diangggap? Mungkin.

Tapi saya kira performa Jokowi memang tampak kurang meyakinkan. Di mata PDIP sendiri, Jokowi tak punya wibawa. Bagi publik, saya kira penilaian tentang Jokowi juga semacam itu. Belum muncul kebanggaan publik dipimpin seorang presiden bernama Jokowi. Dengan kenyataan demikian, tak ada usaha selain terus menggenjot kerja dan kinerja Jokowi yang bisa diandalkan sekaligus pro rakyat. Tanpa itu Jokowi tak ada nilainya. Era pencitraan sudah usai, saatnya Jokowi membuktikan dengan kerja-kerja konkrit yang bisa menyejahteraan/dinikmati rakyat. Apakah bisa? Kita tunggu saja (Yons Achmad/ CEO Kanet Indonesia)