Deudeuh Tata Chubby VS Anak Jokowi, Lalu Apa Masalahnya?

Kolom

Dedeuh Tata Cubby

Media saat ini sedang ramai memberitakan dua isu itu. Anda mengikutinya ?Kalau iya, apa yang sebenarnya ingin dapatkan dari informasi kedua isu? Kalau sudah mendapatkan informasi tentang perkembangan terbaru keduanya, kemudian barangkali kita bisa bertanya pada diri sendiri, adakah manfaatnya ketika kita mengetahui informasi terbaru isu itu?

Yups. Inilah media. Saat ini, kita hidup di era media. Setiap hari kita dibombardir informasi lewat media. Tak hanya melalui misalnya radio atau televisi. Tapi, dengan kecanggihan dan perkembangan teknologi informasi, khususnya telepon genggam pintar, kita bisa mendapatkan berita, informasi dari media-media, khususnya media online hanya dengan mengandalkan handphone kita.

Kalau sudah begini, apa hasilnya? Kita dipaksa untuk membaca informasi, gempuran informasi yang dipandang media sebagai isu terbaru yang layak diangkat, padahal sebenarnya, kalau kita pikir dan renung-renungkan lagi, isu besar atau isu hot yang diangkat media tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan kita. Apalagi dikaitkan dengan karir atau bisnis kita.

Seperti isu PSK yang dibunuh di Tebet dengan nama keren Dedeuh Tata Chubby itu, atau rencana pernikahan anak presiden Jokowi. Ketika kita terlalu ikut dan nimbrung soal isu itu artinya arus media telah menyeret kita. Kita menjadi sibuk dengan isu yang diciptakan oleh media. Media mendapat untung besar dari “permainan” isu itu dan kita yang barangkali sebagai konsumen hanya bisa “tersedot waktunya” tanpa kita sadari. Itu sebabnya kecakapan dalam mengkonsumsi media dan berani berkata “tidak” untuk membuka link-link berita “ecek-ecek” itu perlu kita punyai (Yons Achmad/ CEO Kanet Indonesia).