Bunda Ratu, Media dan Bekasi yang Lebih Baik

Bunda ratu Media
Bunda Ratu. Nama ini cukup populer bagi warga Bekasi. Nama lengkapnya Hj. Ratu Tatu Sukarsih. S.Sos. I, MSi. Aktivitas dan kiprahnya cukup beragam. Mulai dari aktivitas sosial, akademik, politik sampai bisnis. Aktivitas sosialnya sudah dimulainya sejak umur 26 tahun dengan membuka praktek pengobatan alternatif Islami. Selain itu, juga mengajar di Universitas As-Syafiiyah, mengampu mata kuliah Sosiologi. Sementara, aktivitas politiknya, mantan anggota DPRD Kota Bekasi 2009-2014 ini kini menjadi Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bekasi.

Lalu bagaimana dengan aktivitas bisnisnya? Cukup beragam juga. Tapi, pada kesempatan kali ini saya ingin memfokuskan diri membahas salah satu lini bisnisnya, yaitu bisnis media. Sejak tiga tahun terakhir ini, Bunda Ratu dkk telah menerbitkan Tabloid dengan nama “Zona Informasi” . Tabloid setebal 16 halaman yang beredar tak hanya di Bekasi tapi juga sampai Karawang. Ditemui Crew Kanet Indonesia, di rumahnya yang asri, daerah Kampung Utan, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Bunda Ratu menceritakan perjalanan media itu.

“Media ini sudah berjalan 3 tahun Mas, masih banyak kekurangan memang, tapi pelan-pelan kita perbaiki” Begitu katanya. Bunda Ratu yang duduk sebagai pimpinan perusahaan di media itu juga mengatakan akan menata kembali periode penerbitan, kalau sebelumnya tabloid diterbitkan sebulan sekali, ke depan diusahakan bisa terbit seminggu sekali.

Saya kira, langkah yang diambil Bunda Ratu dalam bisnis media itu perlu diacungi jempol. Karena tak banyak pengusaha atau tokoh yang berani mengambil resiko berbisnis media. Apalagi banyak pandangan yang masih percaya kalau bisnis media itu adalah bisnis rugi. Tapi, bagi saya, 3 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk bertahan di bisnis media. Dan ini sebuah prestasi sendiri. Kenapa? Karena, dalam prakteknya, kadang bisnis media baru 1 tahun, bahkan baru 6 bulan sudah bubar. Dan para pebisnis media memilih mundur teratur.

Lalu apa yang membuat Bunda Ratu dkk bisa bertahan? “Mewujudkan Bekasi yang lebih Baik”. Saya kira, idealisme semacam ini yang perlu terus dipupuk. Apalagi, kalau melihat performa Bekasi, memang masih perlu strategi untuk mewujudkan Bekasi yang lebih berwibawa, bukan justru jadi obyek “Bully” seperti yang dilakukan oleh Iklan Indosat beberapa waktu lalu.

Adanya media “Zona Informasi” ini, saya kira memang perlu terus dikembangkan. Kehadirannya diperlukan, terutama sebagai media membangun “City Branding” (Pencitraan Kota) Bekasi. Tentu media ini memang perlu terus diperbaiki. Seperti misalnya, kalau boleh mengusulkan, perlu ada penajaman liputan dalam setiap edisi. Ada laporan utama, laporan khusus, baru ditambah dengan rubrik-rubrik lain yang relevan. Begitu juga perlu ada “tagline” yang lebih ciamik lagi seperti pada Majalah Tempo “ Enak Dibaca dan Perlu”.

Untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca lagi, versi online juga perlu dibangun. Begitulah, semoga bisnis media yang dirintis Bunda Ratu dkk ini berhasil, dalam arti bisa mewujudkan idealisme (visi) media mewujudkan Kota Bekasi yang lebih baik, tapi seperti layaknya bisnis media, juga tetap harus untuk bisa menghasilkan secara finansial, agar bisa terus menjadikan roda bisnis media langgeng dan terus berkembang lagi. (Yons Achmad/ Konsultan Media/ CEO Kanet Indonesia).

Kategori Kolom

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.