Bunda Ratu: Aktivis Politik Yang Memilih Berkomunikasi Lewat Buku Puisi

Kolom

Bunda Ratu
Saat bersantai di Kuta Bali. Yola Damayanti, seorang teman (penyiar radio Dakta Bekasi) kirim BBM, “Ada anggota dewan yang mau bikin buku tuh” “Oke Siaap” saya membalasnya dengan senang hati. Saya langsung menelepon yang bersangkutan. Nama akrabnya Bunda Ratu. Setelah ngobrol sana-sini, kita janjian ketemuan. Baru sempat ketemuan sekira sebulan kemudian karena beliau sedang sibuk mau menikahkan anak pertamanya.

Di kedai teh Jco Bekasi kami bertemu dan lanjut makan di Pizza Hut. Banyak hal yang kemudian saya tahu. Beliau saudaraan dengan Miing & Didin group “Bagito Show” yang sempat terkenal dan kerap muncul di televisi beberapa tahun silam. Tentang aktivitasnya sendiri, beliau adalah kader terbaik Partai Demokokrat Jawa barat. Saat ini masih aktif berpolitik. Setelah menjadi anggota dewan, sekarang aktif di kaukus perempuan.

Nah, yang menarik adalah caranya bersilaturahmi dengan orang lain. Salah satunya, memilih berkomunikasi lewat buku puisi. Beliau meminta apakah bisa membukukan puisi-puisinya yang telah dipublikasikannya di facebook? Saya mengiyakan. Bisa. Saya sendiri cukup senang menjadi partner seorang tokoh yang reputasi dan kontribusinya bagus. Juga semangat belajarnya yang tinggi.

Umur 40 tahun baru sempat kuliah S1, lulus 3 tahun kemudian dengan predikat Cum Laude. Lanjut studi S2 Manajemen Pendidikan dan lulus beberapa waktu kemudian. Dan kini, juga menjadi dosen Sosiologi di Universitas As-Syafiiyah, Jakarta.

Senja tadi, kesepakatan terjalin. Kami (Tim Kanet Indonesia) akan membantu proses penerbitan buku puisi itu mulai dari editing, desain dan lay out sampai pencetakan. Dan akan diluncurkan pada ulang tahunnya yang ke 50 tahun beberapa minggu ke depan. Project lanjutannya, membuatkan website personal (pribadinya) dan mengelolanya agar sang tokoh semakin bisa dikenal publik.

Sekali lagi, saya dan tim Kanet Indonesia tentu saja senang bisa menjadi publisis tokoh kita kali ini. Dan kami akan terus menfasilitasi tokoh-tokoh agar yang semula adalah tokoh baik “Good” yang dikenal secara terbatas, menjadi tokoh yang hebat “Great” sehingga bisa menginspirasi semakin banyak orang lagi. (Yons Achmad/Publicist/ CEO Kanet Indonesia).