Bibliotherapy

Kolom

Pada saat membaca terjadi mekanisme empati, ketika tokoh yang diceritakan menggunakan pronomina pertama ‘saya’ hampir pasti secara mental kita ‘mengenakan’ sepatu sang tokoh dan berkelana bersama dengan seluruh pengalamannya. Ketika tokoh diceritakan dengan pronomina ketiga, kita menjadi seseorang yang serba tahu dan mengetahui cara berpikir dan perilaku seluruh tokoh

Kita menangisinya dan menertawakannya. Kita berempati dan boleh jadi tak merasa sendiri lagi. Memahami dan mungkin memiliki solusi lain sehingga Anda ingin menuliskannya dengan cara berbeda

Demikianlah efek membaca dalam pikiran kita.

Penggunaan buku sebagai bagian dari proses konseling ini pertama kali dilontarkan oleh Samual Crothers (1916) sebagai bagian dari terapi kognitif dan perilaku. Buku-buku dipergunakan untuk memodifikasi cara berpikir,(Seligman & Reichnberg, 2013) bahkan memperluas dan melenturkan perspektif demikian menurut saya. 

Saya meyakini tidak ada yang tidak bisa diperbaiki di dunia kecil di dalam pikiran kita, kecuali kita sudah tidak bisa berpikir lagi, salah satu caranya adalah menggunakan buku sebagai kawan untuk mengklasifikasi, mempertentangkan, menguji pilihan, mengasah empati, memusnahkan prasangka. Jika Bacaan Anda bukan itu-itu saja.

Pikiran sebagai hadiah dari Tuhan, hampir pasti memiliki paradoksnya sebagaimana semua pemberiannya.. Bahasa dan ilmu pengetahuan adalah jembatan paling panjang, paling menantang untuk ditapaki. Persoalannya hanya, apakah kita sebagai manusia berani untuk berpikir terbuka? 

Jika Anda seorang pemberani, anda tentu tak takut menantang makhluk-makhluk dalam pikiran Anda yang mengerdilkan Anda untuk tetap menjadi seorang tertutup, subyektif, tak adil dan berprasangka

Bacalah puisi jika Anda sedang gelap dan berduka, metafora akan menemani Anda

Bacalah buku tentang Tuhan jika Anda sedang merasa sendiri

Bacalah buku tentang spiritualitas jika kesombongan sedang memenuhi batin Anda

Baca fiksi sains jika Anda sedang ingin menapaki masa depan yang lebih pasti. 

Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha menciptakan

HAPPY WORLD BOOK DAY
23 APRIL 2019
-selebrating my spiritual taste

Reading is hot
Writing is cool

(Intan Savitri. Pegiat Literasi)