Berapa Jam Sebaiknya Anak Menonton TV Setiap Hari?

kolom

Berapa Jam Sebaiknya Anak Menonton TV Setiap Hari?
Oleh:Yons Achmad*

“Kakak suka ayah apa suka Upin Ipin?”
“Suka Upin Ipiiin”

Bayangkan dialog itu terjadi dalam keluarga Anda. Gawat. Apa yang kemudian dilakukan? Tapi semoga tidak terjadi ya. Itu terjadi pada anak saya kok. Duh.

Barangkali, jawaban anak spontan saja . Tapi, bagi orang tua, ketika mendapati jawaban spontan itu, harus berpikir ulang. Kembali melongok ke dalam diri. Jangan-jangan, memang ada masalah dengan anak kita, dalam kaitannya berinteraksi dengan media, khususnya televisi. Atau bisa jadi, masalahnya ada pada kita orang tua yang tak paham apalagi peduli bagaimana membimbing anak dalam kaitannya dengan beragam media.

Saya pribadi, sebagai seorang ayah dengan 2 anak, tentu saja juga punya rasa khawatir. Kekhawatiran tentang apakah anak-anak bisa berinteraksi dengan beragam media dengan benar. Apakah anak-anak mendapatkan sesuatu yang baik dari media, ataukah justru menjadi anak-anak yang sebatas mengonsumsi media saja, yang pada akhirnya dampak buruk media menimpanya. Tentu saja, kita sebagai orang tua atau calon orang tua, tidak menginginkan anak-anak kita seperti itu.

Anak dan televisi sudah pasti sangat akrab. Kecuali kalau keluarga berani memutuskan tidak ada televisi di rumahnya. Itu langkah sangat bagus. Walau tak banyak yang bisa mengimplementasikannya. Oleh karenanya, ketika di dalam rumah kita ada televisi, maka tak bisa televisi menguasai kehidupan anak-anak. Sebagai orang tua, perlu punya kepedulian tentang bagaimana semestinya anak-anak bergaul dengan televisi.

Sebelum bicara tontonan apa yang layak dan tidak layak bagi anak kita, satu hal dulu yang perlu kita putuskan. Berapa jam sebenarnya anak boleh menonton siaran televisi? Tentu saja, banyak pendapat dan penelitian yang mengemukakannya. Dalam perbincangan nonformal dengan seorang alumnus pasca sarjana Ilmu Komunikasi UGM, katanya anak menonton televisi cukup 20 menit saja setiap hari. Saya agak kaget mendengarnya. Begitu ya.

Tapi kemudian, saya dapatkan sebuah penelitian sebagai pembanding. Seperti pernah dilakukan Yayasan Pengembangan Media Anak bahwa di Jakarta dan Bandung, anak menonton televisi bisa diatas 4 sampai 6 jam sehari. Saya kutip penelitian itu dari Idy Muzayyad (2011), Komisioner KPI Pusat 2010-2013. Jika yang tejadi demikian, maka anak-anak sudah masuk dalam kategori kecanduan televisi. Dampaknya, tentu saja sangat berbahaya bagi perkembangan anak. Itu sebabnya, orang tua perlu tegas membatasi anak dalam menonton televisi setiap hari.

Lantas, berapa jam sebenarnya anak boleh menonton televisi setiap hari? Apa 20 menit saja? Kalau itu bisa dilakukan tentu lebih baik. Walau sebagai orang tua, jujur saya sulit sekali membatasi anak menonton TV 20 menit saja.

Sampai saya berkesimpulan, agar tidak kecanduan, anak menonton televisi, tak boleh lebih dari 2 jam sehari. Betul. 2 jam itu maksimal. Agar anak tak kecanduan televisi. Ya, cukup 2 jam saja. Semoga kita sebagai orang tua bisa menjalankannya. Demi kebaikan anak-anak kita. []

Depok, 24 Februari 2018

*Kolumnis. Pengamat media. Founder Kanet Indonesia.