Batu Akik Sebagai Bahasa Pergaulan

Apa itu batu Bacan

Trend batu akik. Konon, trend itu mulai ketika Presiden SBY memberikan kenang-kenangan Batu Akik Bacan pada Obama, Presiden Amerika. Sejak peristiwa itu, pembincangan seputar batu akik mulai beredar. Tak hanya dikalangan pejabat dan penggemar batu, juga masyarakat secara umum tak ketinggalan membicarakannya. Belum lagi karena liputan media, juga malah sampai dijadikan judul-judul sinetron yang berkisah seputar batu akik itu.

Di lingkungan pemerintahan, ada pejabat yang mewajibkan setiap anggota PNS di jajarannya memakai batu akik. Dan harus ganti setiap tiga bulan sekali. Menyoroti soal batu akik ini, dalam kajian Ilmu Komunikasi, kita bisa memotretnya sebagai bahasa pergaulan. Benarkah bisa? Kita lihat.

Saya kira, SBY adalah orang atau pejabat pemerintah pelopor penggunaan batu akik sebagai bahasa pergaulan. Dengan memberikannya sebagai hadiah kepada Obama. Dengan memberikan kenang-kenangan berupa batu khas yang merupakan kekayaan alam Indonesia. Nah, kabarnya, dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan digelar di Bandung, Walikota Ridwan Kamil juga akan menggunakan batu Akik sebagai kenang-kenangan sekaligus sebagai bahasa pergaulan. Dalam ranah ini, saya kira menjadi sesuatu yang positif.

Sementara, dikalangan masyarakat umum, roda-roda penggesek batu akik saat ini begitu mudah kita temui di sudut-sudut gang, Saya lihat, di Jakarta banyak sekali usaha gesek batu akik. Sekali lagi yang demikian tentu positif, setidaknya bisa menggerakkan perekonomian dengan usaha jual beli batu itu. Ya, daripada menganggur.

Dalam lingkungan kekeluargaan, silaturahmi, batu akik juga benar-benar bisa digunakan sebagai bahasa pergaulan. Setidaknya untuk membuka pembicaraan ketika sedang ada kumpul-kumpul keluarga. Begitulah, apa boleh buat, yang namanya sedang trend kita tak bisa menolak popularitas batu akik ini. Sepanjang tak menganggu apapun, biarkan trend itu tetap ada. Biar waktu yang menjawab kapan perbincangan dan popularitas batu akik akan berakhir. (Yons Achmad/ CEO Kanet Indonesia)

Kategori Kolom

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.