Agar Akun Medsosmu Tak Diblokir Pemerintah

Tips

Akun medsosmu dinilai ganggu keamanan nasional, siap-siap ditutup pemerintah. Ini ancaman Wiranto (Menkopolhukam). Wah, horor dan mengerikan. Sudah mirip era orde baru yah. Dulu, siapapun yang dinilai ganggu “pembangunan” akan dihabisi. Kini, di era media sosial. Era kekinian, kenapa soal tutup menutup, blokir memblokir, sikat menyikat masih saja dilakukan? Entahlah. Tapi begitulah keadaan nyata di rezim pemerintahan sekarang.

Masalahnya sekarang, bagaimana sikap warganet (netizen) menyoal pernyataan wiranto ini?

Dikalangan aktivis, terutama oposisi (oposan) yang kritis terhadap pemerintah dengan segala kebijakannya, tentu ancaman ini sangat serius. Dalam arti, semacam peringatan kepada siapapun yang coba ganggu keamanan nasional. Tapi, saya sendiri  kurang percaya dengan argumen ini. Saya kira, bukan alasan keamanan nasional yang hendak dijadikan dasar. Tapi sebenarnya adalah demi “keamanan” siapa yang sekarang berkuasa.

Soal ancam mengancam demikian, saya kira kurang bijak. Alih-alih pemerintah menggerakkan program literasi media, literasi digital, yang ada justru kebijakan-kebijakan tak elok. Salah satunya  semacam pembentukan tim pemantau ucapan tokoh yang dinilai melanggar hukum. Hal ini sama saja dengan upaya pengekangan kebebasan berbicara. Tapi, begitulah kekuasaan, mereka akan melakukan apa saja demi kekuasaannya bisa langgeng.

Tapi, terlepas dari semua itu. Kritik terhadap pemerintah dengan beragam kebijakannya tetap perlu terus digalakkan, kenapa? Karena dengan kritik inilah kebijakan bisa menjadi berimbang. Bisa bermanfaat bagi rakyat banyak, bukan memihak kepada golongan tertentu atau salah satu komunitas saja. Hanya saya, kritik cantik perlu kita mainkan.

Caranya bagaimana?  Lengkapi dengan argumen mamadai dan data yang cukup. Dengan modal ini masyarakat bisa menilai sendiri. Cara “aman” lain adalah dengan menghidarkan diri dari ungkapan bernada kebencian, caci maki. Kritik yang kita lancarkan biarkan berjalan terus. Pelan tapi bisa memengaruhi alam pikir pembaca (rakyat) untuk bisa menggunakan akal sehat dan pikiran kritisnya.

Sehingga tak melulu menerima dan membebek saja argumen pemerintah yang  bakal merugikan mereka. Dengan cara ini pula, ketika kita melontarkan kritik lewat media sosial, menjadikan akun kita aman. Tak diblokir.  Apa boleh buat, strategi ini “terpaksa” kita gunakan agar terus bisa mengedukasi  masyarakat luas atas fakta sebenarnya dari tampilan wajah pemerintahan kita sekarang. [Yons Achmad. Pengamat Media Sosial & Praktisi Literasi]