3 Disiplin Ketat Penulis Jepang Haruki Murakami

Tips

3 Disiplin Ketat Penulis Jepang Haruki Murakami
Oleh:Yons Achmad

Dalam salah satu novelnya, dia menulis kalimat pembuka begini “Tidak ada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna.” Itulah pembuka yang dahsyat menurut saya. Kalimat pembuka dalam novelnya yang diterjemahkan penerbit Gramedia “Dengarlah Nyanyian Angin”.

Ya, dialah Haruki Murakami. Salah satu penulis terbaik Jepang yang karya-karyanya telah diterjemahkan dalam 30 bahasa di dunia dan membuahkan penghargaan prestisius. The Guardian mencatatnya sebagai “Diantara novelis terbaik dunia”.

Jika tertarik karyanya, silakan baca. Tapi, pada kesempatan ini, saya tidak akan bercerita tentang karyanya. Tapi, tentang kebiasaan dan disiplin yang konon dijalaninya. Dan, tentu saja bisa dijadikan pengalaman dan inspirasi  ketika kau juga ingin menjadi penulis terbaik seperti dirinya.

Konon, ada 3 disiplin ketat yang dijalaninya sebagai penulis.

Pertama, bangun pagi. Banyak penulis yang mungkin suka begadang sampai tengah malam. Ada yang memang bisa menulis banyak. Tapi, ada yang hanya begadang saja, merenung saja, tidak menulis. Hasilnya, tidak produktif. Sakit-sakitan iya. Bagi Murakami tidak. Dia selalu berusaha bangun pagi dan menulis 4 sampai 5 jam. Jam 5 pagi dia bangun dan tidur pukul 10 malam. Selalu begitu.

Kedua, hobi berlari. Ini untuk menjaga kewarasan dan tentu saja mengimbanginya setelah duduk lama menulis. Tentu, tanpa banyak mendebat, kita bakal setuju dengan pola hidup sehat ini. Sayang, kalau boleh jujur, kebanyakan penulis tak suka olahraga. Padahal, lari adalah cara olahraga paling murah, kalau mau.

Ketiga, menulis 10 halaman/hari. Sebenarnya, ini yang paling penting. Ya, disiplin untuk menulis 10 halaman/hari. Apakah dia selalu bisa melakukannya? Saya tak tahu. Yang pasti itulah komitmennya. Apalah artinya mengaku penulis kalau 5 atau 10 tahun hanya menghasilkan 1 buku? Memang boleh saja begitu, tapi itu namanya tidak atau kurang produktif.

Sementara, ini dulu sedikit cerita tentang disiplin Murakami. Semoga bisa diambil pelajarannya.

Stasiun  Balapan, Solo, 26 November 2018 (Jam 9 Pagi).