Pentingnya Literasi Media

Kliping

Menghadapi gelimang informasi di tengah tsunami informasi saat ini, masyarakat diminta bisa memberikan literasi media untuk dirinya sendiri dan orang terdekatnya. Hal ini penting agar media bisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kemajuan dan keadaban manusia.

Hal itu disampaikan Budayawan Ahmad Tohari beberapa waktu lalu. Penulis yang dulu aktif mengisi berbagai kolom surat kabar dan majalah ini menyatakan prihatin dengan rendahnya minat literasi bagi kalangan generasi muda. Hal ini berbanding terbalik dengan cepatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era global saat ini.

“Rendahnya literasi dalam arti tradisi baca tulis hingga mengembangkan potensi diri untuk menjadi manusia seutuhnya menjadi persoalan saat ini. Dengan kemudahan teknologi digital, masyarakat terutama generasi muda sibuk dengan media sosial. Mereka melahap apapun, termasuk informasi yang akurasi dan validitasnya tak jelas,” ujarnya. Pria yang akrab dipanggil Kang Tohari ini menyatakan kebanyakan dari khalayak terkesan merasa nikmat saat menyantap informasi kejelekan, fitnah, berita bohong dan sebagainya.

Sering juga dengan menyebarkan dalil-dalil agama (lewat media sosial), ada kesan telah menjalankan agama. Akibatnya penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi ini justru kontraproduktif dengan upaya pembangunan manusia yang beradab. Penulis Ronggeng Dukuh Paruk ini menyoroti tsunami informasi saat ini lebih banyak mengandung sampah. Bahkan konten yang ada di dalamnya sering berpeluang menimbulkan perpecahan hingga konflik.

Apalagi dalam berbagai media sosial saat ini marak berita bohong, fitnah dan sebagainya yang sarat kepentingan. Terkait dengan maraknya ”generasi menunduk” akibat dampak teknologi informasi dan komunikasi digital inilah, Ahmad Tohari tak bosan mengajak generasi muda untuk kembali kepada literasi utama terutama buku hingga surat kabar utama.

Literasi media menurutnya sangat dibutuhkan bagi generasi muda sehingga tak semua informasi yang ada di media sosial dan sebagainya langsung ditelan mentah-mentah. Kang Tohari mengajak generasi muda untuk bijak dan pandai mengelola teknologi dan informasi yang ada saat ini. Ia mendorong agar keragaman identitas, suku, agama, ras dan sebagainya terus dijaga. Iapun mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tidak terjebak kepada teknologi (Sumber: Susanto/Suaramerdeka/6 Des/17)