Pahlawan Medsos Pembela Kebenaran

kolom


Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu arti pahlawan adalah mereka yang menonjol karena keberaniannya  dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Baik, kita fokuskan bahwa pahlawan itu sebut saja pembela kebenaran. Nah, di era media sosial sekarang ini, siapa kira-kira yang disebut pahlawan? Bagi saya semuanya. Mereka yang menjadi pembela kebenaran. Berani menyuarakan kebenaran.

Benar, membela dan menyuarakan kebenaran harus berani. Termasuk rela dan tak pernah punya rasa takut kalau harus dipenjara. Contohnya, mereka yang berani berseberangan dengan penguasa. Mereka yang berani melakukan kritik secara terbuka mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat.

Lagi-lagi, untuk menjadi pembela kebenaran, menyuarakannya lewat media sosial, butuh nyali dan keberanian. Tak semua orang bisa melakukannya. Seperti yang bisa kita saksikan sekarang ini. Banyak intelektual, akademisi yang bercokol di kampus-kampus ternama ternyata hanya bisa diam dengan fakta kesewenang-wenangan penguasa.

Ketika ada kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat, misalnya menaikkan harga BBM semena-mena, mencabut subsidi listrik, memeras rakyat yang sedang kesulitan bisnisnya atas nama pajak, menyapu bersih pedagang kaki lima yang berjualan tanpa ijin sementara membiarkan pengembang berjualan property walau ijin belum keluar, banyak yang pura-pura tuli dan mendadak sakit mata. Banyak yang diam, cari aman.

Untungnya, muncul pahlawan pembela kebenaran. Kadang, mereka hanya orang biasa, rakyat kebanyakan. Hanya berbekal kekritisan dan sedikit data. Tapi , mereka berani dan lantang mengkritik penguasa karena dia seorang yang independen, hidupnya tak bergantung pada gaji negara. Saya kira, pahlawan-pahlawan semacam ini yang perlu kita apresiasi. Merekalah yang tetap hidup, waras dan menjaga akal sehat. Merekalah pahlawan di era media sosial ini.

(Yons Achmad. Pendiri Kanet Indonesia)