3 Langkah Menjadi Pakar Lewat Media Sosial

Tips

Setiap orang punya ilmu dan keterampilan tertentu. Artinya, setiap orang bisa menjadi pakar dalam bidang tertentu.  Seorang pakar yang ahli dalam bidang dan keterampilan tertentu. Di era digital sekarang ini, kepakaran seseorang tak melulu karena mereka berhasil mengeyam pendidikan tertentu dan lantas dikenal sebagai pakar.

Tapi, pengakuan kepakaran tetap disandangnya walau tanpa latarbelakang misalnya lulusan jurusan, master atau doktor di kampus tertentu. Contoh seorang Nukman Lutfie, lulusan teknik nuklir tapi kemudian dikenal sebagai pakar media sosial.  Contoh itu, menjadi bukti bahwa siapapun bisa menjadi pakar. Salah satunya melalui sarana media sosial (Facebook, Twitter, Youtube). Bagaimana langkahnya?

Pertama. Rajin Menulis. Ya, benar. Untuk menjadi pakar satu syarat mutlaknya menulis. Bisa jadi orang yang benar-benar pakar dan ahli dalam bidang tertentu itu ada. Tapi karena tidak menulis, tak banyak yang mengenalnya. Sementara, ada orang biasa saja, tanpa latar belakang pendidikan tertentu, tapi dia rajin menulis tentang topik tertentu, akhirnya dikenallah dia sebagai ahli dalam topik-topik yang selalu dibicarakan itu. Tulis semuanya itu di laman web tertentu atau blog pribadi, atau tulislah di Facebook, maka semakin banyak orang yang tahu kepakaran Anda

Kedua. Sering Berbagi Ilmu. Lewat Facebook teruslah menulis tentang topik tertentu yang Anda kuasai, begitu juga di twitter, teruslah berbagi tentang ilmu spesifik yang Anda ketahui, buat video tentang kepakaran diri di Youtube juga membantu Anda untuk bisa dikenal. Cepat atau lambat, Anda akan dikenal karena menguasai bidang tertentu. Sering berbagi ilmu dan terus lakukan itu.

Ketiga. Tawarkan Layanan. Terakhir, tawarkan layanan. Baik sebagai pembicara, sebagai konsultan atau seseorang yang bisa memberikan solusi.  Seperti dalam sebuah bisnis, intinya adalah “Penawaran”. Apa yang bisa Anda “tawarkan” untuk sebuah solusi. Kalau Anda berhasil meyakinkan orang untuk diberikan solusi yang tepat, nah itulah manfaat  kepakaran Anda. Dan Anda tentu akan mendapat “imbalan” dari pemberian solusi itu.

Ini sedikit tips bagaimana kita bisa dikenal sebagai pakar lewat media sosial. Mungkin hanya tips sederhana saja. Silakan dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan optimalisasi potensi Anda sendiri. Terimakasih. (Maria Magdalena/KANET INDONESIA).