Agar Anak Tak Kecanduan Ponsel

Tips

 “Kakak lebih suka ayah atau HP”
Jawaban anak jujur “Suka HP ayah”
Waduh gawat …

Pernahkah pengakuan jujur  anak ini menimpa Anda juga?  Kalau iya, maka sudah saatnya kita berpikir ulang, apakah anak sudah kecanduan hp alias ponsel? Kalau memang iya, sang anak  tak bisa lepas dari barang “mengasyikkan” itu. Lantas, apa solusi selanjutnya agar sang anak tak terus  kencanduan ponsel?

Pengalaman anak saya. Awalnya dia suka menonton Upin Ipin  dan film-film kartun lainnya di Televisi. Kalau sudah menonton, dia duduk di kursi  atau tiduran sambil menghadap serius ke layar kaca. Lama tak mau beranjak sebelum acaranya selesai. Kalau acara sudah selesai pun kadang menangis. Ingin acara tetap dilanjutkan.

Bosen dengan acara TV yang banyak diinterupsi iklan, saya mengenalkannya untuk menonton acara Upin Ipin itu di  ponsel. Menonton lewat Youtube.  Tanpa saya sadari, sang anak kecanduan lagi. Alhasil, saya kemudian baru merasa bersalah. Sang anak terus merengek minta disetelin Youtube, awalnya dia melihat saya membuka dan menyetel Youtube, eh dia lama-lama tahu sendiri caranya. Hasilnya, ketika posel saya ambil karena tak berhasil membujuknya untuk menghentikannya menonton, dia nangis terus menerus. Saya mulai cari solusi bagaimana agar tak kecanduan.

Langkah awalnya, batasi sang anak untuk hanya menonton lewat HP sehari sekali saja. Pagi, selama  tak lebih dari  15 atau 30 menit. Hasilnya, siang atau sore kadang dia minta nonton lagi. Tapi, saya coba untuk tak kasih ponsel untuk ditontonnya. Pelan-pelan mengalihkan perhatian dengan mengajaknya bermain.

Ternyata, mengalihkan perhatian dengan bermain atau mengajaknya bermain sangat efektif untuk melupakan kebiasannya menonton via ponsel.  Yang terpenting dalam permainan, saya kira mengenalkannya pada tokoh-tokoh tertentu, atau profesi tertentu yang menjadikannya berimajinasi. Sejauh ini,  pengakuan anak saya, inginnya kelak dia jadi “Kesawat”. Dia belum bisa menyebut “Pesawat” alasannya, bisa terbang di angkasa. Begitulah cara melatih anak untuk tak selalu  bergantung pada ponsel. Sementara ini, saya biarkan dia bebas berimajinasi.

Tapi, kalaupun kemudian dia menonton lagi, tak ada kebijakan selain kita perlu terus mendampinginya. Jangan sampai membiarkan anak-anak menonton Youtube tanpa kontrol. Karena, kita tahu konten Youtube sangat beragam, salah-salah sang anak menonton tayangan untuk konsumsi dewasa seperti  tayangan yang ada unsur kekekerasan di dalamnya atau konten pornografi  yang tentu saja berbahaya bagi anak. Kata kuncinya dampingi anak-anak ketika menonton apapun via ponsel.

Ini pengelaman kecil saya.  Kesimpulan sederhana agar anak tak kecanduan ponsel (1) Alihkan aktivitas menonton dengan bermain dengan mereka (2) Bermain tak sekadar permainan yang menghabiskan waktu, tapi perlu kenalkan tokoh atau profesi-profesi apapun untuk merangsang tumbuh kembang imajinasinya  anak (3) Sesekali biarkan anak menonton lewat ponsel, tapi tetap perlu pendampingan dari orang tua.

Ini sedikit cara mencegah anak kecanduan ponsel. Semoga bermanfaat  ya.

(Yons Achmad. Pengamat media & Praktisi Literasi digital. Founder Kanetindonesia.com)