Warna Baru Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta

kolom

pidato-kebudayaan-dkj-lukman-saifuddin
Setelah sukses dalam penyelenggaraan tradisi tahunan Pidato Kebudayaan (2013-2015), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) memberikan sentuhan warna baru . Bertempat di Teater Jakarta, TIM, Cikini acara ini digelar (10/11).

Sebelumnya Pidato Kebudayaan disajikan dengan seni panggung yang mencakup seni video, infografik dan musik serta penataan panggung untuk mengoptimalkan penyampaian buah pikiran sang cendekiawan.

Kali ini, format Pidato Kebudayaan yang semula disampaikan dalam pidato tunggal, menjadi penyampaian gagasan bersama dari dua orang cendekiawan yang dipilih mewakili suara-suara jernih dan terkini. Format baru yang disebut DKJ sebagai “Forum Pidato Kebudayaan”.

Mengusung tema “Setelah Polemik Kebudayaan: Di Mana, Ke Mana Indonesia? Forum ini lebih diarahkan untuk memantik diskusi dan penggalian wacana lanjutan untuk melontarkan gagasan-gagasan tentang Indonesia dan visi tentang orientasi kebudayaan bagi bangsa.

Sebagai pemantik diskusi dipilih dua orang yang memberikan orasinya. Lukman Hakim Saifudding (Menteri Agama RI) dan Premana W. Permadi, seorang Astrofisikawan (Dosen ITB).

Lukman HS menyampaikan gagasannya bertema “Kedewasaan Beragama dan Masalah-Masalah Kemanusiaan Masa Kini”. Dalam pidatonya dibicarakan bagaimana sosok ideal manusia Indonesia.

“Manusia Indonesia yang ideal adalah sosok yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual sekaligus kecerdasan kultural” katanya.

Sementara Premana W. Premadi menyampaikan gagasan bertema ” Menggugah Welas Asih Lewat Pola Pikir Ilmiah”. Kita diajak mendengarkan percakapan batin, menyelami pemikiran dan kegelisahannya.

“Pembelajaran sains di sekolah mestinya menyertakan disiplin kerja sains, sebab inilah yang membangun pola pikir ilmiah yang memperkuat kemampuan dan kebiasaan rasional, sekaligus melengkapinya dengan pagar-pagar etika” tuturnya.

Forum Pidato Kebudayaan ini juga dilengkapi dengan suguhan musik oleh kuartet yang terdiri dari Nikita Dompas (Gitar), Indra Perkasa (Contra Bass), Adra Karim (Organ) dan Elfa Zulham (Drum) yang tergabung dalam TPE (Tomorrow People Ensemble) segingga menambah semarak acara. (Yons Achmad/kanetindonesia.com).