Mendikbud : Kelas Internasional Harus Menggunakan Pengantar Bahasa Indonesia

kolom

muhajir efendi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi mengatakan ada persepsi yang salah terkait dengan pengertian kelas internasional di kampus-kampus. Selama ini yang terjadi, kelas internasional sangat ekslusif dan anehnya yang menjadi mahasiswa adalah orang Indonesia. Padahal menurutnya, kelas internasional adalah kelas dengan mahasiswanya sebagaian besar asing dengan bahasa pengantar Indonesia.

“Menurut saya, kelas internasional itu tidak seperti itu, kelas internasional itu mahasiswanya sebagian besar mahasiswa asing dan bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia, tetapi  dosennya harus pintar bahasa Inggris,” kata Menteri Muhadjir, dalam sambutannya di acara  peresmian Gedung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/9/2016).

Seharusnya mahasiswa asing mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia dan mahasiswa tersebut harus mengikuti kursus singkat Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Dia meminta agar masyarakat tetap menghargai bahasa Indonesia sehingga diakui dunia sebagai salah satu bahasa internasional. Menteri Muhadjir juga mengatakan bahwa Indonesia lemah dibidang sastra.

“Kita lemah dalam sastra. Ditingkat SD, ada tidak apresiasi untuk sastra?ada tidak guru mengajak murid berimajinasi?. Ini kemampuan guru harus diperkuat,” ujarnya.

Terkait dengan jurnal internasional, menurutnya jurnal internasional  adalah jurnal yang berbahasa Indonesia terbit di Indonesia tetapi memilki reputasi internasional yang direkomendasikan  oleh lembaga-lembaga akreditasi jurnal internasional. Dia mencontohkan, jurnal ilmiah internasional di Spanyol tetap menggunakan bahasa Spanyol, begitu pula Hongaria. (RRI/Sunardi)