Pencitraan Gagal Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

kolom

terminal 3 ultimate
KANETINDONESIA.COM (15/8/16). Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, resmi beroperasi pada Selasa (9/8/16). Terminal 3 ini digadang-gadang menjadi terminal terbaik se-Asia Tenggara dan akan menjadi kado manis ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Sayangnya, entah karena dipaksakan peresmiannya atau apa, yang terjadi kemudian malah mendapat kritik tajam publik. Mulai dari banjir kritikan Netizen, sampai benar-benar kebanjiran alias area bandara tumpah ruah digenangi air hujan sehingga jelas menganggu penumpang pesawat.

Sindiran sinis muncul seperti pernyataan “Bandara rasa pelabuhan”. Ada lagi komentar “Mungkin dulu terminal Ultimate Soetta ini banjir karena desainnya ketukar dengan terminal 3 pelabuhan Tanjung Priok”. Artis ternama lewat akun Instagramnya berkomentar “”Dear Angkasa Pura, Ini adalah toilet baru di terminal baru, joroknya luar biasa (toilet2nya tidak bisa diflush). Banjir diluar terminal maupun di dalam. Tunggu bagasi lebih dari dua jam. Lumayan anarkis lalu lintas manusia di luar,” tulis Shopia Latjuba, Minggu (14/08/2016).

Begitulah kondisi yang terjadi. Pencitraan terminal 3 yang gagal total. Belum lagi ada “insiden” lukisan bergambar tokoh PKI DN. Aidit yang kemudian juga kemudian mendapatkan kritikan. Karena banyaknya kritikan yang muncul, akhirnya lukisan itupun diturunkan.

Mendapati kenyataan demikian, saya diingatkan oleh sebuah novel karya Ahmad Tohari yang berjudul “Orang-Orang Proyek”. Bercerita tentang proyek jembatan yang penuh rekayasa, dikelola dengan ambudaradul yang syarat korupsi sehingga kualitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkkan. Entahlah. Semoga saja nasib terminal 3 Bandara Soeta tidak bernasib seperti itu. Satu hal yang pasti, tak peduli seberapa besar dan banyak biaya yang dikeluarkan demi pencitraan terminal 3 itu, pada akhirnya “alam” berbicara menolak semua itu.

Dan yang tersisa kini, tak ada lain kecuali pengelola berkaca diri melakukan yang terbaik dalam pembangunan dan pengelolaan terminal itu. Kalau hal itu dilakukan, tanpa pencitraanpun publik akan dengan senang hati memberikan pujian. (Yons Achmad/Pengamat media/Founder Kanetindonesia.com).