3 Ciri Media Online yang Tedjo (Nggak Jelas)

kolom

Menteri Tedjo Tempo

Alkisah, Menteri Tedjo, salah satu nama menteri era Jokowi bilang bahwa para pendukung KPK sebagai orang yang “Nggak Jelas”. Alhasil, alih-alih mendapat simpati publik, justru kemudian peristiwa itu menjadi olok-olokan masyarakat kepada yang bersangkutan. Banyak yang kemudian menyebut “Tedjo” sebagai kata ganti ketika mau bilang “Nggak Jelas” untuk persoalan tertentu.

Nah, kalau kita sambungkan ketika berbicara tentang media, apakah di tanah air ini ada media yang Tedjo alias “Nggak Jelas”? Tentu kita bisa membacanya pelan-pelan. Pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membicarakan media cetak, tapi secara khusus saya akan bincangkan tentang media online yang Tedjo alias “Nggak Jelas”. Menurut saya ada beberapa ciri yang bisa kenali, sebuah media online bisa kita katakan sebagai media yang “Nggak Jelas”

Pertama: Nggak jelas redaksinya. Ya benar, yang tidak jelas siapa pengelolanya. Bagaimana mungkin kita bisa memercayai sebuah berita dalam media online ketika redaksinya, para pengelolanya saja nggak jelas? Kalau memang apa yang mereka kabarkan itu penting dan bermanfaat bagi bangsa ini, tentu mereka tak keberatan namanya dicantumkan. Kecuali kalau memang media online itu dibuat dan diperuntukkan untuk memperkeruh suasana serta mengabarkan berita-berita atau informasi nggak jelas lainnya. Jadi, apa boleh buat, kejelasan nama, pengelola sebuah media online menjadi syarat utama agar media kita tak dibilang media Tedjo “Nggak Jelas”

Kedua: Nggak jelas alamatnya. Ini juga penting, agar media online kita dipercaya, perlu setidaknya menyantumkan alamat redaksinya. Okelah, mungkin era sekarang ada yang bilang alamat redaksi tak penting. Toh wartawan-wartawan media melakukan kerja-kerja dilapangan dan persoalan editing dll bisa dikerjakan di mana saja. Tapi, lagi-lagi ini soal menjaga agar media kita tak dibilang Tedjo “Nggak Jelas”. Solusinya, untuk menjaga kepercayaan ini, kita bisa misalnya menyantumkan rumah salah seorang pengelolanya atau menyewa kantor virtual sebagai alamat kantor redaksi. Begitulah kira-kira alternatif bagaimana menjaga agar media online kita dipercaya.

Ketiga: Nggak jelas sumber beritanya. Sebenarnya, masih banyak ciri untuk mengenai sebuah media online sebagai media yang Tedjo “Nggak Jelas”. Tapi, pada kesempatan kali ini, kita kenali saja satu, terutama dalam urusan konten medianya. Yaitu bagaimana saat media online mengabarkan berita yang “Konon” “Katanya” “Kabarnya”. Kalau sampai sebuah media online mengabarkan demikian, tanpa jelas dan bisa menampilkan sumbernya, apa boleh buat, sangat sulit untuk menilai sebuah media online tersebut sebagai media yang layak dipercaya. Jika media demikian terus menyapa pembaca dan dikonsumsi pembaca, sudah pasti informasi hanya megobarkan kesimpang-siuran. Itu sebabnya, menahan diri untuk tak mengabarkan fakta yang belum jelas menjadi penting. Kita tak perlu terjebak dengan “Melacurkan” diri mengabarkan apa saja demi “Trafik” .

Ini sebagian kecil saja untuk mengenali sebuah media yang Tedjo “Nggak Jelas”. Semoga kita terhindar dari gempuran media-media yang Tedjo “Nggak Jelas” ini. Kita kembalikan nalar dan akal sehat untuk hanya mengonsumsi media yang valid informasinya, bermutu dan bermanfaat bagi kehidupan kita. Demikian.

*Yons Achmad. Penulis. CEO Kanet Indonesia (Konsultan, Riset, Advokasi Media).

Sumber Foto: Tempo.